Pengabdian Kepada Masyarakat ; Kriminologi Goes to School: SMA & SMK Nusantara Plus Menyongsong Tantangan Revolusi Industri 4.0

Salam Budi Luhur!

(Jakarta, 21 Maret 2019) Dalam rangka adanya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), para dosen Kriminologi Universitas Budi Luhur menyelenggarakan kegiatan Pengabdian yang ditujukan untuk para siswa SMA serta SMK Nusantara Plus Ciputat, Tangerang.

Kegiatan yang mengusung tema “Kriminologi Goes to School: SMA & SMK Nusantara Plus Menyongsong Tantangan Revolusi Industri 4.0” diadakan pada tanggal 20 & 21 Maret 2019 bertepat di SMA & SMK Nusantara Plus, Ciputat, Tangerang. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan untuk memberikan partisipasi aktif kepada para pemuda generasi millennial agar dapat senantiasa menyesuaikan serta menyiapkan diri untuk tantangan pada era revolusi industri 4.0 dimana pelatihan soft skill serta penjurusan perkuliahan dinilai menjadi salah satu aspek yang cukup berpengaruh dalam menyongsong masa depan. Para dosen kriminologi serta mahasiswa kriminologi pun hadir dalam berbagi pengalaman seputar perkuliahan dan mengenalkan jurusan Kriminologi Univeristas Budi Luhur kepada para siswa di sana.

Sekitar 200 orang siswa dari SMA dan SMK Nusantara Plus hadir dalam kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Kriminologi Universitas Budi Luhur dengan para siswa SMA-SMK se-derajat. Sebelumnya, dosen dan mahasiwa kriminologi kerap melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam rangkaian kegiatan Kriminologi Goes To School di tempat lain.

Acara ini berlangsung dengan meriah dimulai dari pengenalan mengenai hal-hal seputar revolusi industri. Konsep “Industri 4.0” pertama kali digunakan di publik dalam pameran industri Hannover Messe di kota Hannover, Jerman di tahun 2011. Dari peristiwa ini juga sebetulnya ide “Industri 2.0” dan “Industri 3.0” baru muncul, sebelumnya cuma dikenal dengan nama “Revolusi Teknologi” dan “Revolusi Digital. Tantangan yang ada dan harus dilalui seperti  pertama, mempersiapkan memperkuat SDM yang ada, Kedua, mengubah sistem pendidikan ke arah modern, artinya ada hubungan dunia sekolah dengan dunia industri. Ketiga, mengedepankan kolaborasi, di era saat ini bukan lagi mengedepankan kompetisi tapi kolaborasi dengan semua pihak.

Para siswa antusias mengikuti acara ini. “Menurut saya, selaku siswa SMA SMK tersadarkan kalo ternyata kita itu penting banget untuk mengikuti kegiatan ini karena ya sebelumnya belum terlalu paham tentang revolusi industri 4.0 sekarang sudah lumayan mengerti kayak tantangannya apa aja gitu,” ungkap Frisca Wulandari selaku siswa SMA Nusantara Plus, Ciputat. (20/3/2019).

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari segenap civitas akademika Universitas Budi Luhur, Program Studi Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),  khususnya Bapak Fahlesa Munabari, Ph.D. selaku Dekan FISIP Universitas Budi Luhur yang memberikan dukungan dalam kegiatan ini (Penulis: Sisi Renia, Mahasiswa Prodi Kriminologi).[:]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 5 =

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.