•  

FISIP Seminar Series Prodi Hubungan Internasional: "Perusahaan Multinational dan Public Speaking dalam Politik Bisnis Internasional" - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Budi Luhur

Halo! Salam Budi Luhur!

No labelling, no judging.

Saat kita mau belajar, maka kesempatan akan datang menghampiri kita.

Dua hal di atas adalah sebagian dari berbagai pesan penting yang dibagi bersama oleh Bapak Joy Suranta Tarigan, Head of Hypermarket and Cash&Credit, PT. Unilever Indonesia, Tbk sebagai pembicara dalam FISIP Seminar Series Program Studi Hubungan Internasional bulan Maret 2019. Pada kesempatan kali ini, Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional mengangkat tema “Perusahaan Multinasional dan Public Speaking dalam Politik Bisnis Internasional.” dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi para civitas akademika, terutama para mahasiswa/i-nya dalam memahami dunia praktik politik bisnis internasional. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 12 Maret 2019, dan dimoderatori oleh Bapak Rendy Putra Kusuma, M.Si selaku dosen kajian ekonomi politik internasional, Prodi Hubungan Internasional, Universitas Budi Luhur. Acara ini dihadiri oleh sekitar 240 orang yang terdiri dari para mahasiswa/i serta dosen Program Studi Hubungan Internasional, para guru dan siswa/i yang berasal dari sekolah menengah atas/sederajat di Jakarta dan sekitarnya.

Seminar dimulai pada pukul 09.00 dan dibuka oleh Deputi Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bapak Dr. Wendi Usino, M.Sc, dan Dekan FISIP, Bapak Dr. Rusdiyanta, M.Si. Dalam sambutannya, Bapak Wendi menegaskan pentingnya kreativitas dalam ide, penguasaan bahasa, dan teknologi. Bapak Wendi juga menekankan bahwa pada era teknologi mutakhir saat ini, satu hal yang tidak akan dapat tergantikan oleh mesin adalah human literacy.  FISIP Seminar Series kali ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi para peserta, yaitu mahasiswa/i Prodi Hubungan Internasional, mengenai berbagai profesi yang dapat ditempuh di luar dunia perkuliahan.

Sesuai dengan yang disampaikan oleh Bapak Wendi, Bapak Rusdiyanta juga menekankan bagaimana lulusan Prodi Hubungan Internasional tidak hanya dapat menjadi diplomat. Lulusan Prodi Hubungan Internasional dapat menjadi Youtuber, konsultan, dosen, berkarir di dunia perbankan, dan lainnya. Keberagaman ruang lingkup pekerjaan yang dapat dimiliki oleh para lulusan Prodi Hubungan Internasional ini didukung oleh kealamiahan kajian hubungan internasional yang multidisipliner. Kajian hubungan internasional juga membahas ekonomi, hukum, sejarah, dan lain sebagainya. Kehadiran Bapak Joy sebagai pembicara diharapkan dapat memberikan gambaran dan motivasi mengenai kemampuan-kemampuan yang harus dibangun dalam menjadi seorang sarjana ilmu hubungan internasional yang kompeten dan inovatif.

Seminar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak Joy yang dipandu oleh Bapak Rendy selaku moderator. Sesi pemaparan dan tanya jawab berlangsung aktif dan inspiratif. Dalam paparannya, Bapak Joy menjelaskan bahwa lulusan Prodi Hubungan Internasional tidak hanya dapat masuk ke profesi yang terdapat di kementerian, kedutaan, dan lainnya. Seorang lulusan kajian hubungan internasional dapat mengubah perspektif dan pandangannya karena kesadaran dan pengalaman yang beragam. Maka, selama melakukan yang terbaik, seorang lulusan kajian hubungan internasional dapat terjun pada jenjang karir manapun. Beberapa hal yang kemudian juga mendukung kesuksesan adalah tidak hanya kepercayaan diri, dan kepercayaan pada kemampuan diri, tetapi juga kemampuan untuk belajar mencintai dan menghormati setiap rakyat Indonesia, pada setiap harinya. Bagi Unilever, lulusan perguruan tinggi yang mampu menemukan solusi, adalah yang diutamakan. Oleh karena itu, kemauan untuk belajar akan menghadirkan berbagai kesempatan.

Dalam paparannya, pembicara kemudian berbagi cerita dan pengalaman bagaimana Unilever membangun perusahaannya dan sumber daya manusianya sehingga mencapai kesuksesan yang ada pada masa sekarang. Kesuksesan Unilever tidak terlepas dari Unilever Ambition 2012 yang didukung oleh ide dan inovasi. Pembicara juga berbagi mengenai cara baru dalam melakukan bisnis yang menjunjung prinsip utama, “our brands, our operations, our people, and our sustainability.” Prinsip utama ini kemudiannya ditopang atau didukung oleh tiga (3) pilar atau strategi utama. Selanjutnya, pembicara juga berbagi tiga (3) faktor yang menjadi kunci kesuksesan Unilever kepada para peserta seminar. Bagi Unilever, people and brand merupakan aset terbesar. Unilever Indonesia selalu berusaha memberikan yang terbaik, baik bagi para pekerja dan konsumen, maupun bagi lingkungan. (Untuk mendapatkan penjelasan lengkap mengenai materi seminar ini, silakan menghubungi Laboratorium Hubungan Internasional).

Sesi pemaparan materi dilanjutkan dengan tiga (3) sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Setiap sesi tanya jawab memfasilitasi 3 orang penanya. Kesembilan peserta yang menyampaikan pertanyaan berasal dari bukan hanya mahasiswa, tetapi juga dosen dan para pelajar. Sesi tanya jawab berlangsung secara interaktif dan dinamis. Dari kesembilan pertanyaan, seminar memberikan penghargaan kepada dua pertanyaan terbaik. Salah satu pertanyaan terbaik adalah mengenai suka duka bekerja di Unilever yang disampaikan oleh Saudari Putri, pelajar dari SMA Cendrawasih 2. Pertanyaan yang juga terbaik adalah mengenai pengelolaan hak kekayaan intelektual oleh Bapak Bambang Pujiyono, dosen kajian kebijakan publik, Prodi Hubungan Internasional Universitas Budi Luhur. (Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sesi tanya jawab, silakan menghubungi Laboratorium Hubungan Internasional).

Acara kemudian ditutup dengan sesi penyerahan plakat dan souvenir kepada pembicara dan moderator oleh Dekan FISIP, Bapak Rusdiyanta, dan oleh Ketua Program Studi Hubungan Internasional, Ibu Elistania, M.Si. Penutupan seminar dilanjutkan dengan sesi foto bersama, makan siang, dan ramah tamah.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − 4 =

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat